Selasa, 21 September 2010

Tentang tulisan: Menghirarki Kebutuhan

tulisan yang cukup menggelitik dan (mungkin) drama sebabak tadi malam disini.

5 orang berkumpul, o1: dia mengulas perkelahian jalanan, o2: dia mengulas obat2an narkotik, o3: dia mengulas kerja kantoran, o4: dia mengulas tentang seni dan kerajinan. dari ke empat pengulas itu akhirnya masuk mengerucut pada satu tema yaitu kekuasaan.

o5 yang dari tadi hanya berdiam mulai terusik, dia jengah dengan pembicaraan yang bernada seakan-akan itu. dia mulai berpikir dan akhirnya dia bersuara. o5: dia mulai mengulas bagaimana hantu2 dirumahnya bukan hal yang menakutkan tetapi menjadi teman yang baik karena sering membantu menyalakan lampu, membersihkan lantai, mencuci alat makan di dapur dan menemaninya saat sepi begadang.

selesai mengulas hantu, dia mengulas tentang perjalanan dia dari sebuah daerah pedesaan menuju ibukota hanya bermodal celana 3/4, kemeja lusuh, dan sandal jepit tetapi akhirnya bisa masuk ke instansi2 pemerintah yang sangat formal seperti mabes polri, kompolnas, ombudsmen, komnas ham, komnas perempuan, KLH, dll meski di mabes polri sempat tidak boleh masuk karena bercelana pendek dan bersendal jepit tetapi akhirnya bisa juga masuk.

pengulasan belum selesai, o5 mulai membahas tentang beberapa penguasa formal lokal yang hormat tunduk pada seorang istri raja mesti kunjungan dia disitu adalah kunjungan politis sebagai anggota dewan tingkat nasional.

pada waktu itu penguasa lokal menyelidik asal muasal o5 dan kenapa bisa sampai sana. o5 hanya bilang kalau dia tukang foto. wajah kumal o5 memang layak dipertanyakan di tempat terhormat itu. cara pandang yang sebelah mata itu membuat o5 tidak nyaman. dia pingin pergi tetapi merasa belum tepat waktunya. akhirnya istri raja itu keluar dan mendatangi penguasa lokal itu. perempuan itu memberikan pengarahan tentang pembangunan daerah. tanpa berpikir panjang penguasa daerah itu mengiyakan apa kata perempuan itu. "iya ibu ratu, sendiko dawuh... (laksanakan perintah)!" o5 yang melihat kejadian itu berusaha menahan tertawa dan istri raja itu melirik menahan senyum. tidak begitu lama istri raja itu pamitan kepada penguasa daerah itu dan penguasa itu benar2 sangat hormat dan patuh. tidak begitu lama kemudian istri raja itu pamitan dengan o5 "o5 saya mau pulang ke kraton dulu, saya duluan ya..." sambil senyum. "oh ya bu, nanti sebentar lagi saya juga pulang, ini masih menunggu teman di parkiran."

dan istri raja itu pergi. tidak begitu lama teman yang dimaksud datang, o5 berpamitan dengan penguasa daerah itu yang beberapa saat hanya diam2an tertunduk. "pak saya pamit mau pulang dulu, teman saya sudah datang." "oh ya silahkan-silahkan mas, kalau pas ke sini mampir!" katanya penuh sopan santun dan halus.

dan di kursi masing2 o1, o2, o3, o4 terdiam mendengarkan dan entah apa yang ada dalam pikiran mereka. beberapa saat kemudian o5 pamitan pulang sambil tersenyum, o1, o2, o3, o4 dengan agak kaget menjawab. "o..o..oh... ya..., nanti siang jumpa lagi!"

salam! byuurrr....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar